2 Atau 3 Orang Berkumpul: Mengapa?

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20

Mengapa dua atau tiga orang? Mengapa bukan 100 atau 200 orang? Pertanyaan sederhana ini bisa mengungkapkan banyak hal kepada kita.

Dua atau tiga orang bisa berarti secara harafiah 2 atau 3 orang, bisa juga berarti jumlah yang kecil atau sedikit. Ayat sebelumnya bisa menjelaskan kepada kita apa dan mengapa dua atau tiga orang!

“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” Mat 18:19

Kata kunci dari ayat di atas adalah kata “sepakat“. Dalam Alkitab bahasa Inggris versi Amplified Bible, kata sepakat diartikan sebagai “harmonize together” atau “make a symphony together“.

Sepakat itu bukan hanya melakukan hal yang sama atau menyanyikan lagu yang sama -lebih dari itu! Kita tidak mungkin bisa bersepakat dengan orang yang tidak kita kenal. Kita hanya bisa bersepakat dengan orang yang kita kenal kebutuhannya, kita tahu kerinduan dan doanya. Kesepakatan tanpa peduli apa yang menjadi kebutuhan orang lain hanyalah kesepakatan yang palsu yang tidak akan melahirkan kuasa seperti yang Tuhan janjikan.

Sebab itu “sepakat” adalah suatu proses yang terus menerus harus dibangun -memang bukan hal yang mudah-, karena masing-masing kita memiliki pendapat, kebutuhan dan karakter yang berbeda-beda. Saling mengenal, saling menajamkan, saling menegur, saling mengakui kesalahan, saling mengampuni, saling menasihati, saling merendahkan diri itulah harga yang harus dibayar untuk bisa sepakat. Inilah yang sesungguhnya Tuhan maksudkan dengan gereja: persekutuan!

Sampai disini kita bisa mengerti mengapa Yesus mengatakan “dua atau tiga” orang! Tidak mungkin kita bisa bersepakat dengan banyak orang tanpa kita terlebih dahulu bersepakat dengan sedikit orang. Mulai dengan hal terkecil dalam hidup kita: keluarga kita!

14 Comments

  1. adi susanto   •  

    Trims Bro untuk share nya, sudah berani berbagi sesuatu yang berbeda!

  2. Hendra   •  

    Betul sekali, kita banyak mengalami pergeseran. Kita kehilangan persekutuan yang penuh keakraban, tergantikan oleh program dan kegiatan yang tidak ada sentuhan kekeluargaan yang akrab.

  3. chyquen   •  

    saya juga ingin mengajak suami saya , tapi saya tidak tahu harus bagaimana

  4. benny   •  

    Hi Chyquen, salam kenal! Thanks sudah membaca tulisan saya. Mulai dari hal yang paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah: makan bersama. Justru fellowship atau persekutuan itu terutama harus dimulai dari rumah dengan keluarga kita. Ternyata Yesus juga banyak mengajar murid-muridNya ketika mereka makan bersama. Jemaat mula-mula pun melakukan hal yang sama. Dan persekutuan itu tidak memerlukan liturgi atau urutan acara tertentu. Dengan makan bersama kita bisa menjalin hubungan lebih dekat dan berbagi dengan cara-cara yang alami. Sementara makan bersama, kita bisa saling berbicara hal-hal yang mungkin sederhana tetapi membangun, dan kita juga bisa berdoa bersama dan mengucap syukur.

    • plumban gaol   •  

      buat saudara Benny…….!!! kalau kurang paham jangan terlalu pintar-pintaran membahas tentang persekutuan….jangan sok terlalu luas pemikiran, pembahasan, atau kepintaran ntar jadi sesat…. dalam setiap kebaktian..persekutuan ….semua sudah ada acaranya…urutannya, agar ibadahnya tertip dan berjalan lancar….dan ibadah memerlukan Liturgi hanya saja setiap gereja melakukannya dengan berbagai macam cara dan metode…..bukan makan lebih penting sehingga saudara jadi tidak memerlukan aturan dan tata cara ibadah dalam persekutuan…mohon maaf,.terimakasih dan salam damai

      • yunita parera   •  

        pak plumban jangan marah2 :p piss 🙂
        sy justru merasa amat sangat diberkati dengan renungan ini, mkash pak benny
        yang sy dapatkan dari tulisan ini adalah inti dari persekutuan itu hubungan yang erat antar antar orang percaya. jangan kita bertemu hanya karena rutin tapi karena kkluargaan yg erat

        • plumban gaol   •  

          Saya mohon maaf ibu Yunita parera….karena membuat hati ibu tidak nyaman atas tanggapan saya. yang pasti saya tidak marah koq bu…. saya hanya menyatakan apa yang saya pahami dan saya mengerti….dan kalaupun tanggapan saya salah….saya sangat berbesar hati dan saya sangat terhormat jika ada yang mengajar, menuntun saya dalam firman kebenaran.
          terimakasih ya bu…salam damai sukacita selalu.

      • manuel   •  

        mantap sekali komen abang gaol, tapi jangan menghakimi begitu, terlihat abang yang justru kurang faham. salam tuhan berkati

      • Benny   •     Author

        Thanks untuk komentar dan kritiknya pak.
        Tuhan berkati!

  5. leng s m p   •  

    persekutuan yang indah akan terbangun jika kita kembali berpedoman kepada Injil

  6. plumban gaol   •  

    Salam damai sukacita buat kita semua.
    Terimakasih atas renungan singkatnya…..hanya ada yang mengganjal dalam hati dan pikiran saya pribadi mengenai topik renungan ini yaitu….Mat 18:20.
    apa sebenarnya maksud dan tujuan ayat ini ….???
    apakah ayat ini dalam hal berdoa…bersekutu…..???
    yang saya tahu…Allah itu tidak terbatas atau tidak dibatasi oleh ruang dan waktu yang berarti Allah itu maha kuasa ..maha ada.
    pendapat saya bahwa Mat 18:20 bukanlah untuk hal berdoa dan hal persekutuan.
    bagaimana doa yang didengar dan dijawab….yang pasti bukan karena berkumpul 2 atau 3 orang.
    karena 1 orang saja Tuhan pasti ada bahkan mendengar dan menjawab doanya….JIKA kita hidup dalam kebenaran…ketaatan…pertobatan…melakukan kehendaknya dengan tulus ikhlas dan kerendahan hati.
    sudah jelas tertulis dalam perikopnya yaitu tentang menasehati saudara…jadi bukan dalam hal berdoa atau bersekutu.
    singkatnya…kalau saudaramu bersalah atau jatuh kedalam dosa jika sudah kita nasehati dgn 4 mata dan dia belum yakin dan tidak mengaku salah…atau menolak nasehat kita…baru kita panggil 1 atau 2 orang lagi untuk menyakinkannya dan hasilnya tetap sama maka jalan terakhir bawalah ke porum jemaat dstnya. artinya jika ada saudara kita yang jatuh dalam dosa kita sebagai umat Tuhan…kita tidak bisa meninggalkan orang yang jatuh dalam kesalahan atau yang jatuh kedalam dosa. dapat kita bandingkan dalam Yehezkiel 33. itu adalah tugas kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. karena Tuhan tidak menginginkan umatnya binasa karena dosa…maka kita harus berusaha melepaskan orang dari ikatan dosa dan tentunya pastilah kita juga melepaskan doasa dari diri kita. Mat 18:18.
    jadi jika 2 orang saja kamu sepakat telah menasehati, menegur saudaramu agar saudaramu itu bertobat dari dosanya…maka Tuhan sudah ada dalam keputusan itu…sudah ada dalam nasehat itu…..jadi kita sudah lepas dari pertanggung jawaban kita di akhir jaman nanti.seperti Mat 18:18.
    inilah pendapat saya ….mohon maaf….mohon tanggapannya dengan hormat.

  7. Benny   •     Author

    Pak Gaol, terima kasih sudah membaca tulisan saya dan memberikan komentar. Saya jadi teringat sesuatu yang ingin saya tambahkan.
    Sangat betul sekali pak, kalau ayat-ayat dalam tulisan ini berbicara tentang menasihati. Dan SALING menasihati untuk SALING membangun adalah inti dan esensi dari persekutuan.

    Ibr 10:24-25 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

    1Kr 14:26 “Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”

    Dan masih banyak ayat lainnya yang mengajarkan kepada kita bahwa persekutuan adalah SALING menasihati & membangun.

    Saling membangun berarti: Tuhan membangun saya melalui orang lain, dan Tuhan membangun orang lain melalui saya.

  8. plumban gaol   •  

    Aaaamiiiinnnn….bang Benny….!!! tapi yang kurang pas menurut saya hanya tentang kodrat Allah yaitu MAHA…..diantaranya Allah itu Maha ADA….yang tidak terikat dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. mengapa setiap orang bahkan hamba Tuhan selalu menerangkan hal yang demikian….selalu tentang hal Doa dan persekutuan. tapi kalau dikatakan…jika 2 atau 3 orang berdoa bersama maka besar kuasanya….kalau demikian baru jelas. dan yang saya tahu tentang Doa….jika didoakan dengan sungguh2…dst….doa orang benar…dst….
    bang Benny sebelumnya aq mohon maaf ya…jika ada yang kurang pas dihati….yang jelas itu semua dorongan hati yang sungguh2 ingin tau kebenaran dan arti sebenarnya. aq bukunnya sok-sok menggurui. aq hanya umat biasa.. yang sangat perlu bimbingan rohani.
    sekali lagi saya mohon maaf..dan terimakasih banyak atas setiap renungan yang disampaikan bang Benny….harapan dan doa saya pribadi….semoga semua pembaca senantiasa mendapat berkat pemahaman dan pengertian yang benar akan firman yang bang Benny sampaikan.
    syaaalooom….salam damai sukacita selalu.

  9. Benny   •     Author

    Hi Pa Gaol, trims sudah kembali memberi komentar. Saya bisa menangkap poin yang bapak sampaikan.

    Begini pa, ketika Alkitab berkata “dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” itu TIDAK berarti bahwa Tuhan tidak hadir ketika kita sendirian. Sama sekali tidak mengurangi ke-MAHA-an Tuhan.

    Demikian juga ketika Alkitab berkata “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” itu TIDAK berarti bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan doa yang kita sampaikan secara pribadi.

    Apa yang dimaksudkan ayat-ayat di atas adalah bahwa ada hal yang Tuhan kerjakan/berikan kepada kita secara korporat -kita secara bersama-sama-, ada juga yang Tuhan kerjakan/berikan kepada kita secara personal sebagai pribadi atau perorangan.

    Saya beri gambaran sederhana sebagai contoh. Sangat sering terjadi, yang membuat doa kita tidak terjawab adalah diri kita sendiri. Misal, kita berdoa untuk kepentingan atau hawa napsu kita sendiri. Atau kita berdoa karena kita minta sesuatu yang nantinya kita bisa sombongkan. Atau kita berdoa karena hati kita dipenuhi rasa iri, takut, khawatir dll. tentu saja doa-doa seperti itu tidak akan melahirkan kuasa.

    Nah, ketika kita bersekutu atau berdoa bersama satu dengan yang lain, kita akan semakin dibangun dan dimurnikan. Dengan bersekutu bersama kita akan semakin dimurnikan dari keinginan dan motivasi yang tidak bernar. Kita jadi lebih mengerti, memahami dan menyadari apa yang kurang dari diri kita atau doa kita. Kita akan saling membangun dan menjadikan diri kita lebih baik. Inilah yang pada akhirnya melahirkan kuasa.

    Sekali lagi ada hal-hal yang Tuhan kerjakan secara khusus bagi kita sebagai kelompok, misal komunitas atau keluarga, ada juga yang Tuhan kerjakan secara khusus bagi kita secara perorangan.

    Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *