Belajar Dari Petani

“Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” 2 timotius 2:6

Petani yang dimaksud disini bukanlah seseorang yang memiliki sawah atau ladang dan kemudian mempekerjakan orang lain untuk mengelolanya. Petani disini adalah sesorang yang menggarap dan mengerjakan sendiri ladangnya. Dan ayat ini menasihatkan agar kita belajar dari petani. Ada banyak pelajaran berharga yang kita bisa pelajari dari petani.

Kerja Keras

Jangan bekerja keras karena kekuatiran. Jangan bekerja keras karena kita kuatir akan hidup dan masa depan kita. Justru, bekerja keras karena percaya bahwa Tuhan akan memberkati apa yang kita kerjakan. Petani bekerja keras karena dia yakin suatu hari kelak dia akan menikmati hasil dari apa yang dia kerjakan saat ini.

Keyakinan kita bahwa Tuhan akan memberkati apa yang kita kerjakan akan memberi kekuatan dan semangat dalam bekerja yang pastinya akan mempengaruhi hasil dari pekerjaan kita.

Masalahnya, apakah kita yakin bahwa Tuhan memberkati apa yang sedang kita kerjakan? Ketika kita tidak bisa mempercayai apakah Tuhan memberkati pekerjaan kita atau tidak, patut kita bertanya apakah pekerjaan kita sesuai dengan kehendak Tuhan ataukah tidak.

Menabur dan Menuai

Dari petani kita juga bisa belajar hal yang sederhana: menabur dan menuai. Tidak ada seorangpun dari kita yang menginginkan hal yang buruk atas kita. Pelajar dan mahasiwa pasti ingin berhasil dalam studinya,  pegawai pasti ingin karirnya maju, pengusaha pasti ingin usahanya sukses, orang tua pasti ingin anak-anaknya berhasil. Semua kita menginginkan hal yang baik bagi masa depan kita.  Ada hal yang harus kita camkan dalam hati kita: apa yang kita tabur hari ini, suatu hari kelak kita akan menuainya. Bila kita ingin menuai hal-hal yang baik di masa depan kita, tabur hal-hal yang baik sekarang. Pikirkanlah hal-hal yang baik, renungkan dan pelajari hal-hal yang baik, lakukanlah hal-hal yang baik. Maka kita akan menuai hal-hal yang baik.

“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.” 2 Korintus 9:10

Semoga ayat di atas memberi keyakinan, kekuatan, pengharapan dan semangat bagi kita. Tuhan menyediakan benih bagi kita, dan Dia juga sanggup untuk menumbuhkan dan melipatgandakannya!

Kesabaran, Ketekunan dan Kesetiaan

Benih yang kita tanam hari ini tidak akan tumbuh dalam sehari. Ada proses yang harus dilewati. Lihatlah petani, dia tidak menanam lalu melupakannya. Bahkan sebelum mulai menanam dia sudah terlebih dahulu mempersiapkan ladangnya. Dia harus sudah mulai bekerja keras sebelum waktunya menanam. Sungguh suatu hal yang sangat melelahkan, dia harus menggemburkan tanah yang mungkin sudah mengeras, dia juga juga harus memutar otaknya bagaimana nanti sawahnya akan mendapat aliran air. Dan dia akan bekerja keras mempersiapkan semua hal itu.

Petani belum bisa duduk santai usai menanam benihnya. Ini waktunya bagi dia memusatkan hidupnya bagi ladangnya. Kapanpun ladang memerlukan tanggannya untuk memelihara, dia akan ada. Panas terik, hujan, rasa lelah tidak menjadikannya berkeluh kesah. Dia terus bekerja keras walau hasilnya belum bisa dia lihat dengan cepat. Dia melakukan semua itu bukan karena dia ingin melakukannya, tetapi karena harus melakukannya. Dia terus tekun dan sabar melakukannya hingga waktunya dia menuai hasil jerih payahnya.

Sungguh suatu pelajaran yang sangat berharga bisa kita teladani dari seorang petani. Dan satu hal yang pasti, di dalam Tuhan jerih payah kita tidak akan pernah sia-sia! Amin.

2 Comments

  1. Tedy Antonius   •  

    Makasih pak untuk share nya.
    Ngena banget, mungkin ini jawaban apa yang selama ini saya renungkan..

  2. Marida Nababan   •  

    Amen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *