Dari Abram Menjadi Abraham

Anda mungkin sudah tahu bahwa Abraham adalah nama baru yang Tuhan berikan untuk menggantikan nama Abram, nama yang diberikan oleh ayahnya. Tapi, apakah anda merasa ada sesuatu yang luar biasa yang bisa anda pelajari dari penggantian nama ini. Ada sesuatu yang luar biasa yang bisa mengubah hidup anda ketika anda mempelajari dan menyadari apa yang Tuhan ajarkan kepada Abram dan juga kepada anda.

Ada satu pelajaran berharga yang sekarang kita akan pelajari dari kisah ini.  Kita mulai dari sebuah pertanyaan yang sederhana: Kapan Tuhan memberikan nama Abraham -yang berarti bapa banyak bangsa- kepada Abram? Sebelum atau sesudah kelahiran Ishak -anak yang Tuhan janjikan-?

Tuhan memberikan nama Abraham, -bapa banyak bangsa- kepada Abram sebelum kelahiran Ishak, anak yang Tuhan janjikan.

“Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.” Kejadian 17:5

Tuhan juga memberikan nama Sara -yang berarti ibu banyak bangsa- kepada Sarai sebelum dia memiliki anak.

“Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.” Kejadian 17:16

Dan peristiwa di atas terjadi pada saat Abram berumur 99 tahun dan Sarai berumur 89 tahun. Abrahampun sempat tertawa mendengar janji Tuhan tersebut, karena pikirnya mana mungkin di umurnya -juga istrinya- yang sudah lanjut akan bisa memiliki keturunan, apalagi…. akan menjadi bapa dari bangsa-bangsa?

“Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.” Kejadian 18:11

Jadi sejak hari itu namanya akan dipanggil “bapa bangsa-bangsa!” Anda bisa bayangkan, bagaimana ketika dia bertemu dengan orang-orang, dan dia akan dipanggil “hai bapa bangsa-bangsa”, pun ketika istrinya memanggilnya “hai bapa bangsa-bangsa”, dia akan membalasanya “ada apa ibu bangsa-bangsa?”

Atau anda juga bisa bayangkan bagaimana kejadiannya ketika ada orang yang bertanya kepada mereka “Siapa namamu?”, dia akan menjawab: “Nama saya bapa bangsa-bangsa, dan istri saya ibu bangsa-bangsa!”

Semuanya itu akan menjadi hal mudah kalau mereka sudah memiliki keturunan, tapi kenyataannya semua itu terjadi sementara mereka belum memiliki keturunan! Dan bukan hanya itu saja, merekapun sudah begitu lanjut umurnya untuk memiliki keturunan, bahkan rahim Sara sudah tertutup (Rom 4:19) (rahim Sara sudah mati – KJV)

Nampaknya hal sepele, namun semua itu mencerminkan kepercayaan mereka akan janji Tuhan, ketaatan dan tindakan nyata atas iman dan percaya mereka! Tepat pada saatnya, Tuhan menggenapi setiap janjinya kepada Abraham.

Ada begitu banyak janji Tuhan bagi kehidupan anda. Buka dan pelajari Alkitab,  temukan dan renungkan janjiNya, pegang dan percayai setiap janjiNya walau sepertinya tidak mungkin,  taat dan lakukan kehendak Tuhan dalam setiap detail hidup anda, dan kita akan melihat Tuhan menggenapi janjinya atas hidup kita. Amin!

5 Comments

  1. Silvia   •  

    Amin… Sangat diberkati

  2. benny   •  

    Hi Silvia, trims untuk komentarnya, Tuhan berkati!

  3. ana   •  

    maaf sebelumnya saya mau crita sdikit,anak saya yang pertama kami beri nama abram, tp sebagian orang ada yg berpendapat katanya kalo nama abram pasti g ada adiknya, saya jd ada rasa takut gitu. apakah persepsi mereka yg bilang abram g punya adik bnar ya? trims

    • lenny kurnia   •  

      kalo menurutku sich itu tergantung iman kita. kalo kita percaya tuhan akan kasih anak lagi, ya itu akan terjadi.

    • Benny   •     Author

      Hi Ana, maaf terlewat untuk bales. Nama anaknya bagus Abram, artinya juga sangat bagus: ayah yang ditinggikan, atau ayah yang mulia/agung. Jadi gak ada yang salah dengan nama anaknya, yang salah takut & kuatirnya 🙂 jadi saran saya sih, jangan mau terintimidasi oleh persepsi orang.. percaya saja.. 🙂 Tuhan berkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *