Hidup Anda Ingin Diberkati? Berdolah Bagi Orang Lain!

Anda tidak salah membaca, judulnya memang demikian. Dan memang betul, berdoalah bagi orang lain bila hidup anda ingin diberkati. Simak ayat di bawah ini:

“Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.” Ayub 42:10

Beberapa ayat sebelumnya mengisahkan bagaimana Ayub mendoakan sahabat-sahabatnya. Dan beberapa ayat sesudah ayat diatas mengisahkan bagaimana Tuhan memulihkan keadaan Ayub dan memberkatinya dua kali lipat dari apa yang dia miliki sebelum dia kehilangan semua itu.

Meski sudah sering membaca ayat di atas, tapi ayat itu benar-benar mengejutkan dan membuat saya merenungkannya beberapa hari, hingga saya menuliskan tulisan ini bagi anda.

Sungguh, penderitaan yang Ayub alami betul-betul dahsyat, sama sekali bukan hal yang mudah mengalami semua itu: segala kepunyaannya hilang dalam sekejap, anak-anaknya mati secara tragis, diserang penyakit yang sangat menjijikan hingga sahabat-sahabatnya hampir-hampir tidak bisa mengenalinya lagi, bahkan mereka tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat Ayub dari dekat karena begitu dahsyatnya penderitaan Ayub. Istri yang seharusnya menghibur dan menguatkan, justru mencela dan mempersalahkan Ayub. Dia juga mengatakan agar Ayub mengutuki Tuhan karena penderitaan berat yang dia alami. Tidak jauh beda dengan istrinya, sahabat-shabatnyapun justru marah dan mempersalahkan Ayub, hingga Tuhan murka atas ketiga sahabatnya (Ayb 42:7).

Begitu luar biasa penderitaan Ayub. Tapi reaksi Ayub sungguh-sungguh mencengangkan kita: ketika dia masih menderita, dia justru mendoakan sahabat-sahabatnya agar Tuhan mengampuni mereka.

Luar biasa! Di tengah-tengah penderitaan yang dia alami, justru dia berdoa bagi orang lain yang sudah marah dan mempersalahkan dia!

Betul-betul bukan perkara yang mudah. Tapi itulah yang yang Ayub lakukan dan hal itulah yang membuat hidupnya dipulihkan dan diberkati!

Mengapa? Berdoa bagi orang lain walaupun dia sedang menderita menunjukkan ketaatan dan kasih dia akan Tuhan dan orang lain. Itu juga sekaligus menunjukkan dan membuktikan iman dan percayanya kepada Tuhan. Percaya dalam hati saja tidaklah cukup, dan Ayub membuktikannya melalaui ketaatan dan tindakan nyata.

Berdoa bagi orang lain! Ya, barangkali itu hal yang sangat mudah untuk diucapkan tapi mungkin tidak mudah untuk dilakukan. Mudah berdoa bagi orang lain apabila kita sedang senang dan diberkati, tapi bagaimana ketika kita sendiri sedang mengalami persolan? Mudah berdoa bagi oang lain yang mengasihi kita, tapi bagaimana dengan berdoa bagi orang lain yang mungkin sudah membuat kita marah, menyakiti atau merugikan kita?

Tapi mari kita belajar: berdoalah bukan hanya bagi diri kita sendiri, belajarlah berdoa bagi orang lain. Berdoalah bagi orang lain yang membutuhkan, berdoa bagi orang lain agar mereka diberkati, berdoa bagi orang lain yang sedang dalam persoalan. Berdoa bagi orang lain agar mereka mengenal Tuhan. Dan berdoalah bagi orang-orang di sekitar kita, dan kita akan lihat kuasanya dalam hidup kita! Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *