Ibadah Itu 24 Jam Sehari

Hari ini orang masih memperdebatkan kapan dan bagaimana kita harus beribadah. Ada orang yang memperdebatkan hari apa kita harus beribadah, ada yang mempermasalahkan dimana kita harus beribadah, dan ada pula yang mempermasalahkan tentang tata cara beribadah.

Apapun itu, ayat di bawah ini bisa menjawab apa sebenarnya ibadah yang sejati:

Roma 12:1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ayat di atas mengajarkan kepada kita bahwa ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup.

Pertanyaannya: Kapan kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup?

Ya benar, 24 jam sehari 7 hari seminggu kita harus mempersembahkan tubuh kita. Setiap saat dalam hidup kita harus menjadi suatu ibadah. Entah anda di rumah, di sekolah, tempat kerja, perjalanan, kapanpun dan dimanapun itulah saat-saat ibadah kita.

Ada kekeliruan besar yang sudah menjadi hal yang umum. Orang beranggapan bahwa hari-hari atau saat-saat tertentu adalah waktu ibadah. Atau, ibadah hanya dilakukan pada saat berada di ‘tempat ibadah’. Pandangan ini akan membentuk suatu paradigma bahwa kalau bukan ‘hari ibadah’ atau bukan di ‘tempat ibadah’ maka itu bukanlah saat ibadah. Itulah sebabnya banyak orang yang nampak seperti orang yang mengasihi Tuhan kalau mereka di ‘tempat ibadah’, tetapi ketika mereka di rumah atau di tempat kerja tidak mencerminkan karakter Kristus.

Sesunggunya ibadah adalah mempersembahkan tubuh kita untuk Tuhan. Itu berarti: tangan kita, mulut kita, kaki kita, pikiran kita dan semua yang ada pada kita, harus dipergunakan untuk kemuliaan Allah.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *