Memberi Dari Kelebihan

Anda pasti sudah pernah mendengar kisah tentang seorang janda yang memberikan dua keping koin miliknya sebagai persembahan. Sementara itu, orang-orang kaya memberikan dalam jumlah yang besar. Namun demikian, Yesus berkata kepada murid-muridnya bahwa janda tersebut memberikan lebih banyak bahkan dari orang-orang kaya yang memberi dalam jumlah besar karena janda tersebut memberi dari kekurangannya, memberikan seluruh uang yang ada padanya!

Ada pelajaran berharga yang bisa kita pelajari dari kisah di atas. Si janda memberi kita pelajaran untuk memberi dari kekurangan kita. Janda pada kisah di atas adalah seorang yang benar-benar miskin, dia hanya memiliki dua keping koin. Pecahan koin yang dia berikan adalah koin uang yang memiliki nilai yang paling kecil pada masa itu. Satu koin nilainya setara dengan upah kerja selama 12 menit dari upah rata-rata harian pada saat itu. Anda bisa hitung sendiri kira-kira berapa nilai uangnya. Dan kedua keping koin tersebut adalah seratus persen uang yang dimilikinya saat itu, anda bisa membayangkan betapa miskinnya si janda tersebut. Tetapi sungguh luar biasa…. dia memberikan semuanya sebagai persembahan bagi Tuhan!

Bukan hanya pelajaran memberi dari kekurangan yang bisa kita pelajari dari janda miskin tersebut: ikhlas memberi, rela berkorban, taat, iman, percaya & bergantung kepada Tuhan, itulah hal penting yang bisa kita pelajari! Mengapa, karena selepas dia memberikan uangnya, dia tidak lagi memiliki uang sepeserpun dan entah bagaimana dia akan menjalani hidupnya setelah itu.

Pelajaran berharga lainnya bisa kita peroleh dari orang-orang kaya yang juga memberikan hartanya dalam jumlah yang besar.

Perhatikan: betul Tuhan mengatakan bahwa si janda memberi lebih banyak dari pemberian si kaya, tetapi Tuhan juga tidak melarang atau mencela si kaya tersebut.

Si kaya tidak melakukan hal yang salah,  dia memberi dari kelebihannya, dia memberikan uang dalam jumlah yang besar walaupun itu hanya sebagian dari hartanya. Ini juga sesuatu yang luar biasa! Adalah hal yang luar biasa memberikan sebagian harta bagi Tuhan sementara banyak orang kaya yang tidak melakukannya. Sebagian orang kaya tidak memberi karena dia terus merasa kekurangan walaupun uang berlimpah. Sebagian lainnya tidak memberi karena memang tidak memiliki kepedulian terhadap orang lain, yang ada di pikirannya cuma ambisi bagaimana menambah hartanya. Bahkan bukan hanya tidak menyisihkan hartanya bagi orang lain, malah menghabiskan uangnya untuk perbuatan dosa, ilegal, foya-foya, mabuk-mabukan, narkoba dan merugikan orang lain!

Saya sedang tidak berbicara tentang memberikan persembahan ke dalam kotak persembahan, karena itu hanyalah gambaran atau bayangan dari makna yang sesungguhnya harus terjadi dalam kehidupan kita, baik kita sedang dalam kekurangan maupun dalam kelimpahan: memberi, rela berkorban, kasih akan Tuhan dan sesama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *