Pekerjaan vs Pelayanan?

Hari ini masih saja ada orang yang mempertentangkan atau memisahkan antara pelayanan dan pekerjaan. Mendengar kata “pelayanan” biasanya orang langsung berpikir tentang kegiatan-kegiatan yang menurut mereka “rohani” seperti berkhotbah, bermain musik di “gedung gereja” atau menjadi pengurus suatu organisasi gereja. Sebagian orang lainnya beranggapan bahwa pekerjaan menjadi guru, bekerja di kantor, menjadi pegawai di pabrik, salesman, penjaga toko, berwirausaha dll bukanlah suatu pelayanan karena menurut mereka semua itu bukanlah sesuatu yang rohani.

Mat 25:35  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
Mat 25:36  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Mat 25:40  Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Sesungguhnya pelayanan yang sejati adalah memberi mereka yang lapar makan, memberi penghiburan dan kekuatan mereka yang sakit dan terpenjara. Melayani adalah sesuatu yang real. Ada begitu banyak orang-orang yang lapar, sakit -baik secara fisik ataupun mental, terpenjara karena kejahatan ataupun terpenjara oleh kebiasaan buruk, narkoba, kemiskinan, kesengsaraan, pergumulan dll. Dan mereka ada di sekitar kita!

Lalu bagaimana kita bisa menjawab persoalan mereka kalau kita tidak bertemu dengan mereka. Dan bagaimana kita bisa bertemu dengan mereka, kalau kita hanya berada dan ‘melayani’ orang-orang yang ada di ‘gedung gereja’ saja. Sesungguhnya orang-orang yang membutuhkan kita ada di luar. Itulah sebabnya Yesus memberi perintah bagi kita agar kita “pergi”.

Mat 28:19  “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku”

Pergi kemana? Apa kita harus pergi ke Afrika? Bukan, mereka yang membutuhkan kita, ada di sekitar kita. Bahkan barangkali sebenarnya setiap hari kita bersentuhan dengan mereka. Ya, di lingkungan pekerjaan kita! Engkau yang berprofesi sebagai guru, itulah pelayananmu, Tuhan ingin memberkati orang-orang di sekitarmu melalui profesimu. Demikian juga kita yang bekerja di kantor, rumah sakit, pabrik, toko dan dimana saja. Semua orang-orang di sekitar kita adalah ladang pelayanan kita.

Engkau seorang yang percaya kepada Kristus? Maka, apapun pekerjaanmu, Tuhan ingin melayani orang-orang sektitarmu melalui pekerjaanmu, melalui perkataanmu dan melalui teladan hidup yang mereka lihat dalam dirimu. Amin!

3 Comments

  1. Yosep Sebastian Kawu   •  

    Maju terus Pak. Pelayanan Anda menginspirasi saya. Memberkati saya. Bila Tuhan berkenan, kita bisa dipertemukan dan berbagi dalam pelayanan kita melalui pekerjaan yang Tuhan berikan sebagai kesempatan untuk melayani sesama dan melayani-Nya.

  2. Lenny Marpaung   •  

    Haleluya, amin banget. Membaca semua ini membuat saya lega dan rindu melayani teman2 kerja saya. Syaloom.

  3. Damian   •  

    Puji Tuhan sangat inspiratif buat pelayanan saya yg hanya berkutak kutik sekitar gereja saja selama ini.amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *