Rahasia Panjang Umur Dan Bahagia

Selamat panjang umur dan bahagia!” Tentunya kita sangat akrab dengan sepenggal kalimat ini. Panjang umur dan bahagia. Ya, inilah dua hal yang paling dicari dan dicita-citakan semua orang. Barangkali hal ini juga yang menjadikan panjang umur dan bahagia sebagai nyanyian, harapan doa bagi siapa saja yang berulang tahun. Tidak ada yang ingin bahagia tapi tidak panjang umur, dan tidak ada juga yang ingin panjang umur tapi tidak bahagia. Satu paket: panjang umur dan bahagia! Orang rela melakukan apa saja demi untuk mendapatkan dua hal ini. Seandainya bahagia dan panjang umur ini dijual di super market, barangkali orang akan rela mengeluarkan berapapun untuk membeli dua hal ini. Tapi sayang dua hal ini tidak dijual, sehingga seberapapun kekayaan yang dimiliki sesseoang, itu tidak menjamin bahwa hidupnya akan berbahagia, apalagi panjang umur. Tetapi puji Tuhan, Alkitab menyingkapkan suatu rahasia bagi kita:

Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. –Efesus 6:2 -3

Mungkin kita bertanya-tanya: Apa hubungan antara menghormati ayah ibu dengan panjang umur dan bahagia.

Kasih, penghargaan dan rasa hormat yang paling diharapkan oleh setiap orang adalah kasih dan penghargaan dari anak-anak kita. Bagi anda yang sudah memiliki anak, anda akan mengerti betul dengan hal ini: Betapa bahagianya apabila kita memiliki anak-anak yang sungguh-sungguh menyayangi kita, rasa-rasanya tidak ada kebahagiaan yang melebihi hal tersebut. Sebaliknya, betapa hancur dan sedihnya apabila anak kita sendiri tidak mengasihi kita apalagi membenci dan dan tidak menghargai kita. Itu sebabnya banyak orang -sekalipun memiliki kekayaan- tetapi menjalani hidup penuh dengan kesedihan bahkan sakit-sakitan karena tidak mendapatkan kehangatan kasih dari anak-anak mereka. Sebaliknya, banyak keluarga yang walaupun sederhana tetapi penuh kebahagiaan bersama-sama dengan anak-anak yang mengasihi mereka. Persoalannya bagaimana anak-anak mengasihi dan menghargai kita kalau kita tidak mengajarkannya. Dan, bagaimana kita mengajarkan anak-anak kita untuk  mengasihi dan mentaati kalau kita sendiri tidak mengasihi dan mentaati orang tua kita. Ketika kita mengasihi dan mentaati ayah dan ibu kita, kelak ketika kita memiliki anak, kita akan bisa mengajarkan anak-anak kita untuk mengasihi dan mentaati kita. Dengan teladan yang kita berikan bagi anak-anak kita, pada akhirnya kita akan menuai buah: anak-anak yang mengasihi kita, dan itu akan sangat membahagiakan kita serta menjadi obat dan kekuatan bagi kita menjalani hidup kita. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *