Tujuan Hidup dan Kebahagiaan Sejati

Satu-satunya kebahagiaan sejati adalah menghabiskan sisa hidup kita di jalan dan rencana Tuhan.

“Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!” Yesaya 43:7

Bukan suatu kebetulan anda dan saya ada dan hidup hari ini. Kita lahir dan hidup, bukan semata-mata karena dahulu ayah dan ibu bertemu, berkeluarga dan kemudian kita lahir dalam sebuah keluarga. Kemudian sebagai anak kita bertumbuh besar, berkembang sebagai remaja, bersekolah, bekerja, beranjak dewasa dan kelak akan berkeluarga dan juga memiliki keturunan. Lalu apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup kita?

Jangan menjalani hidup tanpa tujuan. Jangan biarkan hidup kita mengalir tanpa tujuan. Tuhan menciptakan kita bukan tanpa tujuan. Dari semula Tuhan menciptakan kita dengan satu tujuan pasti: untuk kemuliaan Tuhan! Sebab itu, kita tidak akan pernah benar-benar mengalami kebahagiaan bila hidup kita tidak memuliakan nama Tuhan.

Lihatlah orang-orang yang hidup hanya untuk kepuasan diri mereka sendiri saja, tidak memperdulikan orang lain, menghabiskan uang mereka untuk memuaskan keinginan daging dan mata mereka saja, perhatikanlah akhir hidup mereka: sesungguhnya semua itu adalah kebahagiaan yang palsu, semu dan sementara yang sebentar saja lenyap.

Tuhan menciptakan kita, membentuk dan menjadikan kita, menempa dan memproses kita hari demi hari untuk suatu tujuan yang besar. Tuhan sudah, sedang dan akan terus-menerus membentuk dan memproses kita menjadi pribadi yang indah dan mulia di mata-Nya.

“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” Yeremia 18:4

Kita ini seperti seperti tanah liat di tangan tukang periuk (Yeremia 18:6).

Peristiwa demi peristiwa yang anda alami bukanlah sesuatu yang terjadi kebetulan. Orang-orang yang ada di sekeliling anda bukanlah orang-orang yang kebetulan ada di sekitar anda. Semua itu adalah alat yang Tuhan bisa pakai untuk membentuk anda! Anda bisa menjadi pribadi lebih baik dengan cara mengambil pelajaran berharga dari setiap peristiwa tersebut.

Ketika anda menjadi pribadi seperti yang Tuhan inginkan, anda bukan hanya akan mengalami kebahagiaan yang sesungguhnya, tanpa anda sadri anda juga akan menebar dan membagi kebahagiaan kepada orang-orang di sekeliling anda.

Amin.

1 Comment

  1. Anna Simbolon   •  

    Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *